Kapan Bank Turunkan Bunga Kredit?

Sewa Kantor Murah – Bank Indonesia (BI) memastikan untuk kembali membendung suku bunga rujukan 7 Days Reverse Repo Rate di tingkatan 4,25%. Keputusan itu disambut bagus manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Direktur Utama BRI, Suprajarto mengatakan, dengan suku bunga rujukan yang masih terjaga karenanya pihaknya masih mempunyai kesempatan untuk menurunkan suku bunga kreditnya. Padahal dirinya belum dapat memutuskan akan turunkan suku bunga kredit sampai di bawah 10%.

“Sebab kami upaya suku bunga pinjaman kita dapat lebih turunkan lagi cocok dicanangkan pemerintah KUR 7%. Nah untuk komersil kami juga upaya turunkan meski single digit perlu effort lebih lagi, namun BRI akan berusaha

Berdasarkan Suprajarto penurunan BI 7 days repo rate juga akan berimbas pada penurunan suku bunga simpanan. Pihaknya akan memutuskan untuk merevisi bunga simpanan.

Hal itu supaya ada ruang pula untuk menurunkan suku bunga pinjaman. Tetapi Suprajarto ingin supaya lembaga pemerintahan yang menempatkan dananya tak minta bunga yang tinggi.

“Sebab BI tidak naikkan suku bunga, harapannya kita perlahan-perlahan meninjau kembali. Namun kami harap lembaga pemerintah tak meminta bunga tinggi sebab seandainya dana-dana lembaga masih tinggi ya agak repot kita,” tuturnya.

Sebelumnya diinformasikan, Bank Indonesia (BI) lagi-lagi membendung suku bunga rujukan. BI 7 Days Reverse Repo Rate masih konsisten di tingkatan 4,25% dan berlaku tepat sasaran pada 23 Maret 2018.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 14-15 Februari 2018 memastikan untuk mempertahankan BI 7-days repo rate pada 4,25%,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman yang sewa kantor murah Jakarta selatan.

Sementara itu, untuk suku bunga deposit facility juga konsisten di angka 3,5% dan suku bunga lending facility konsisten 5%.